Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo

Pengembangan Destinasi Pariwisata Labuan Bajo

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, semoga kita dianugerahi kedamaian dan kemakmuran, Syalom. Menteri, Gubernur, Bupati, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) yang hadir pagi ini. Pengembangan destinasi wisata super premium Labuan Bajo akan mulai di awal tahun ini. Dan ada beberapa hal yang perlu ditekankan disini terkait Labuan Bajo. Pertama, masalah tata kota / tata ruang. Kita tentu ingin turis yang berkunjung ke tempat itu lah yang menghabiskan lebih dari turis lainnya. Oleh karena itu,integrasi antara kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi turis adalah hal yang perlu dilakukan. Kita juga tahu bahwa sudah ada beberapa hotel berbintang dengan fasilitas yang beragam Namun kami juga menganggap bahwa jumlah hotel harus ditingkatkan di Labuan Bajo.

Ada lima zona yang harus dikembangkan, yang pertama ada di Bukit Pramuka, yang kedua di Kampung Air, yang ketiga di pelabuhan dan pelabuhan, keempat adalah zona laut, dan yang kelima adalah Kampung Ujung. Kelima zona ini akan menjadi tempat-tempat umum yang terintegrasi pemandangan indah yang menghasilkan pembangunan daerah sekaligus pusat kegiatan orang Labuan Bajo. Yang kedua adalah tentang infrastruktur. Saya berharap runway dan terminal sudah bisa dibangun awal tahun ini. Benar, Menteri Perhubungan? karena semuanya sudah siap, kami berharap bandara akan menerima lalu lintas yang lebih besar karena manajemen Memiliki kapasitas, memiliki jaringan yang baik untuk memikat wisatawan untuk mengunjungi Labuan Bajo. Yang kedua adalah tentang kesiapan sumber daya manusia.

Kami ingin penduduk setempat menikmati dan menjadi bagian perkembangan kami yang kami lakukan. Oleh karena itu, keterampilan dan kompetensi lokal harus segera kita tingkatkan, baik dari keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam industri pariwisata yang kami lakukan sekarang. Dan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang sudah ada kita tidak boleh melupakan mereka Saya berharap ada Creative-Hub yang mengembangkan produk lokal mulai dari desain kemasan produk, harga, dll. Kami berharap kain tenun, kopi, kerajinan tangan, makanan tradisional juga bisa berkembang. Dan seiring dengan itu, atraksi lokal, kesenian daerah, harus ada daerah hidup dan mengemudi di Labuan Bajo. Saya juga mencatat bahwa, ini mungkin ditujukan kepada Pak Gubernur, Pak Bupati tentang banyak tanah yang disengketakan di sini. Mohon diperhatikan hal ini karena
sudah menjadi perhatian investor yang tertarik berinvestasi disini. jadi silahkan sesuaikan antara hukum adat dan konstitusi kita yang kita miliki. Juga terkait kapal-kapal besar yang memasuki Labuan Bajo. Saya ingin semuanya terdaftar. Jangan sampai mereka hanya membuang sampahnya saja, menikmati pemandangan dan membuang sampahnya tapi juga penduduk setempat tidak mendapatkan apa-apa dari kehadiran kapal-kapal besaryang datang kemari. Saya juga menemukan, ini yang keempat, sampah itu, baik di darat maupun di laut, mungkin perlu ada gerakan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk membersihkan sampah di laut, di karang.

Saya telah menerima keluhan dari orang-orang yang datang ke sini untuk menyelam. kita harus mulai membersihkan sampah sebelum limbah menjadi terlalu banyak. Juga, saya berharap Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa mempersiapkan infrastrukturnya pembuangan limbah, baik dengan insinerator atau metode lain, tetapi ini juga harus segera diselesaikan. Kemudian yang kelima, tentang air baku. Saya sudah perintahkan Menteri Pekerjaan Umum untuk menyiapkan tambahan air baku karena sudah jadi keluhan dari pemilik hotel disini. Terakhir, soal promosi. Saya anggap target kita di akhir tahun 2020, jika semuanya sudah tertata dan tertib, Kementerian Pariwisata harus segera melakukan promosi besar-besaran, termasuk menggelar event internasional yang menarik wisatawan untuk datang ke Labuan Bajo. Itulah kata pengantar saya dalam kesempatan yang menguntungkan ini. Oh satu hal lagi, tentang keamanan wisatawan. Saya berharap bisa terbentuk organisasinya, baik dari Basarnas maupun BNPB terkait dengan keselamatan wisatawan. Setidaknya, jika mereka melihat ada SAR, di situs itu ada BNPB, itu akan memberikan rasa aman dan rasa nyaman atas kesiapan kita menghadapi bencana dan seperti. Itulah kata pengantar saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *